MUQODDIMAH:
Pernahkah terlintas pertanyaan di benak
kita, baik sebagai anggota keluarga besar PERSIS maupun mereka yang baru
mengenal: "Mengapa harus bergabung dengan Pemuda PERSIS, atau bahkan
jam'iyyah induknya, Persatuan Islam (PERSIS)?" Pertanyaan ini wajar,
dan jawabannya jauh lebih dalam dari sekadar kebiasaan. Penulis telah merangkum
beberapa alasan kuat yang bisa menjadi panggilan hati kita untuk berpartisipasi
aktif.
PERTAMA:
Meneruskan Estafet Kebaikan Keluarga.
Bagi
sebagian dari kita, ikatan dengan PERSIS sudah mengalir dalam darah. Jika orang
tua kita adalah anggota aktif, bahkan tokoh atau penggerak jam'iyyah, maka
bergabung adalah cara terbaik untuk meneruskan jejak kebaikan mereka. Ini bukan
hanya tentang warisan nama, tapi warisan nilai, semangat juang, dan kontribusi
nyata pada dakwah. Aktif di Pemuda PERSIS berarti kita menjaga api perjuangan
yang telah mereka nyalakan, memastikan obor dakwah tetap menyala terang di
tangan generasi penerus.
KEDUA: Mengukuhkan
Almamater, Memajukan Umat.
Jika
Anda adalah alumni pesantren, madrasah, atau sekolah PERSIS, maka Anda telah
merasakan langsung betapa berharganya ilmu yang didapatkan di sana, mulai dari
dasar-dasar agama hingga pengetahuan umum. Ilmu itu adalah modal berharga untuk
menapaki hidup, bekal menuju ketenangan di dunia dan kebahagiaan akhirat.
Sebagai alumni, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga eksistensi dan
memajukan jam'iyyah ini. Dengan bergabung, kita turut memastikan kebermanfaatannya
terus lestari dan dirasakan lebih luas oleh umat, bangsa, dan negara.
KETIGA: Panggilan Peduli, Berkontribusi
pada Dakwah Islam.
Di
tengah tantangan dakwah yang kian kompleks -mulai dari pengerusakan nilai-nilai
Islam, gempuran pemikiran sesat, hingga banyaknya umat yang masih jauh dari
ajaran agama- rasanya ada panggilan nurani untuk peduli. Kita ingin memberikan
kontribusi dan dukungan nyata pada dakwah yang sesuai tuntunan Al-Qur'an dan
As-Sunnah. Bergabung dengan Pemuda PERSIS adalah salah satu cara terbaik untuk
mewujudkan kepedulian itu. Apapun profesi kita -pedagang, guru, petani,
karyawan, aparat, dokter, pejabat, pelajar, atau mahasiswa- kita bisa menjadi
bagian dari gerakan dakwah yang mulia ini. Ini adalah cara kita memenuhi
kewajiban sebagai umat Islam untuk mengikuti jejak Rasulullah SAW dalam
menyebarkan kebaikan.
KEEMPAT: Membangun Ladang
Amal Shalih yang Berkelanjutan.
Ingin
memiliki pundi pahala yang besar yang terus mengalir? Bergabung di jam'iyyah
PERSIS/Pemuda PERSIS bisa menjadi jawabannya. Organisasi ini berfokus pada
dakwah, pendidikan, sosial, dan ekonomi, yang semuanya merupakan peluang besar
untuk amal shalih. Setiap kontribusi kita, sekecil apapun, berarti ikut
membangun peradaban Islam. Amal di jalan ini bahkan bisa setara dengan pahala
jihad fii sabilillah, dan yang lebih luar biasa, pahalanya akan terus mengalir
meski raga telah berpisah dengan nyawa, selama amal itu terus memberikan
manfaat di setiap masa.
KELIMA: Terjaga dalam
Jamaah yang Lurus.
Rasulullah
SAW telah bersabda bahwa umat Islam akan terpecah menjadi banyak golongan,
namun hanya satu yang selamat: Al-Jama'ah, yaitu mereka yang istiqamah
mengikuti jalan/petunjuk Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Kita akan lebih
terjaga dalam Al-Jama'ah itu manakala kita bersatu dalam kelompok atau secara
berjamaah yang tersusun rapih, atau yang kita kenal sebagai
jam'iyyah/organisasi (seperti yang diisyaratkan dalam QS. Ali Imran [3]: 103
dan QS. Ash-Shaff [61]: 4).
وَاعْتَصِمُوا
بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعاً وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ
عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْداءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ
بِنِعْمَتِهِ إِخْواناً وَكُنْتُمْ عَلى شَفا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ
فَأَنْقَذَكُمْ مِنْها كَذلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آياتِهِ لَعَلَّكُمْ
تَهْتَدُونَ.
Dan berpeganglah kalian
kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai, dan ingatlah
akan nikmat Allah kepada kalian ketika kalian dahulu (masa Jahiliah)
bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakkan amarah hati kalian, lalu menjadilah
kalian karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara, dan kalian telah berada
di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian darinya. Demikianlah
Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kalian, agar kalian mendapat petunjuk.
إِنَّ
اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ
بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ.
Sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur
seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
PERSIS,
in sya Allah, adalah salah satu jam'iyyah yang berwawasan dan
berkarakter Al-Jama'ah, menjaga kemurnian ajaran Islam. Bergabung di dalamnya
adalah upaya kita untuk senantiasa berada di atas jalan yang lurus dan
terlindungi dari pengaruh buruk atau ajaran sesat yang menyesatkan.
KEENAM: Membangun
Lingkungan dan Circle Kebaikan.
Selain
semua itu, bergabung dengan Pemuda PERSIS berarti kita memiliki kesempatan
untuk memperluas circle pertemanan dengan orang-orang baik dari berbagai
daerah. Kita akan menemukan teman-teman dengan kesamaan minat, bakat, dan hobi,
yang bisa saling bekerja sama, membantu dalam hal ekonomi, atau sekadar
menemukan sarana hiburan yang positif. Yang terpenting, kita berada di
lingkungan yang senantiasa menginspirasi untuk terus belajar ilmu-ilmu
keagamaan dan meningkatkan kualitas diri.
Demikianlah
beberapa alasan yang semoga bisa memberikan pencerahan, serta menguatkan dan
menambahkan ghirah (semangat) kita dalam berjuang di jam'iyyah tercinta
ini. Mari bersama, kita ukir jejak kebaikan!
PEMUDA PERSIS: MADRASAH PARA IBADURRAHMAN,
MENEMPA JIWA, MENGGENGGAM DUNIA DAN AKHIRAT.
Pernahkah Anda merenung, di tengah
gemuruh zaman yang penuh tantangan, di mana kita bisa menemukan tempat untuk
tumbuh, bukan hanya sekadar mengumpulkan ilmu, melainkan membentuk jiwa?
Jawabannya ada di hadapan kita: Pemuda PERSIS. Lebih dari sekadar organisasi,
ia adalah sebuah madrasah kehidupan, panggung tempat kita ditempa menjadi para Ibadurrahman
(hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih), mengemban amanah estafet perjuangan
yang telah diikhtiarkan para pendahulu.
Mengapa harus Pemuda PERSIS? Karena di sinilah kita dididik
untuk mewarisi dan menghidupkan karakter mulia Ibadurrahman, sebagaimana
yang termaktub dalam firman-Nya. Ini bukan sekadar impian, melainkan tujuan
nyata yang diwujudkan melalui setiap kegiatan dan interaksi.
PERTAMA:
Memiliki Sifat Tawadhu’ (Rendah Hati dalam Kebenaran).
Di Pemuda PERSIS, kita belajar bahwa ketinggian ilmu dan amal
harus diiringi dengan tawadhu’. Bukan kesombongan yang akan meninggikan
derajat, melainkan kerendahan hati dalam menerima kebenaran dan berinteraksi
dengan sesama. Kita diajarkan bahwa kebenaran adalah milik Allah, bukan
monopoli siapa pun.
Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Furqan (25): 63.
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا.
"Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha
Pengasih itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati
(haunan)."
Keterangan:
Ayat ini adalah potret pertama Ibadurrahman: mereka
yang berjalan di muka bumi dengan tawadhu'. Di Pemuda PERSIS, setiap diskusi,
setiap kritik, dan setiap amanah adalah pelajaran untuk menjaga kerendahan
hati. Kita belajar bahwa ilmu yang tinggi justru harus melahirkan pribadi yang
semakin merunduk, jauh dari kesombongan.
KEDUA: Bersikap Lemah
Lembut Meski Mendapatkan Perlakuan Kasar (Kekuatan Akhlak).
Dunia dakwah tak selalu mulus. Akan ada caci maki, perlakuan
kasar, atau fitnah. Namun, madrasah Pemuda PERSIS membekali kita dengan
kekuatan akhlak: kemampuan bersikap lemah lembut dan sabar, bahkan di hadapan
kejahilan. Ini adalah manifestasi dari iman yang kokoh, bukan kelemahan.
Masih dari QS. Al-Furqan (25): 63.
وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا.
"...dan apabila orang-orang jahil
menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung)
keselamatan."
Keterangan:
Menjawab kejahilan dengan ucapan keselamatan adalah puncak
kesabaran dan kelembutan. Ini menunjukkan kematangan emosi dan akhlak mulia. Di
Pemuda PERSIS, kita dilatih untuk menghadapi perbedaan pendapat, bahkan
hujatan, dengan kebijaksanaan, menjaga lisan dan hati agar tetap lurus di jalan
dakwah.
KETIGA:
Rajin Shalat Malam (Sumber Kekuatan Ruhiyah).
Kader Ibadurrahman tahu bahwa kekuatan sejati berasal
dari Allah. Oleh karena itu, madrasah Pemuda PERSIS menanamkan pentingnya
shalat malam sebagai sumber kekuatan ruhiyah. Ini adalah waktu personal untuk
berkomunikasi dengan Sang Pencipta, memohon petunjuk, dan menguatkan jiwa.
Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Furqan (25): 64.
وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا.
"Dan orang-orang yang melalui malam
hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka."
Keterangan:
Ayat ini menggambarkan ciri khas Ibadurrahman yang
menghidupkan malamnya dengan ibadah. Pemuda PERSIS menginspirasi kadernya untuk
menjadikan shalat malam sebagai kebiasaan, karena dari sanalah muncul
ketenangan hati, ketajaman berpikir, dan kekuatan untuk menghadapi siang. Ini
adalah rahasia para ulama dan pejuang sejati.
KEEMPAT:
Berlindung dari Siksa Neraka (Kesadaran akan Akibat Dosa).
Madrasah Pemuda PERSIS menanamkan kesadaran mendalam akan
akhirat. Kita diajarkan untuk selalu berlindung dari siksa neraka, bukan hanya
dengan lisan, tetapi dengan amal nyata menjauhi maksiat dan mendekatkan diri
pada ketaatan. Ini adalah manifestasi dari keimanan yang kokoh.
Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Furqan (25): 65-66.
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا. إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا.
"Dan orang-orang yang berkata: 'Ya
Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah
kebinasaan yang kekal.' Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap
dan tempat kediaman."
Keterangan:
Doa dan kesadaran akan pedihnya neraka menjadi pendorong bagi
Ibadurrahman untuk senantiasa berhati-hati dalam setiap langkah. Di
Pemuda PERSIS, setiap kajian tentang akidah dan akhlak adalah pengingat akan
konsekuensi dosa dan pentingnya istiqamah di jalan kebaikan agar terhindar dari
azab.
KELIMA:
Tidak Boros dan Tidak Pelit (Keseimbangan Ekonomi Umat).
Madrasah ini mengajarkan pentingnya keseimbangan dalam harta.
Ibadurrahman tidak boros, menghamburkan harta tanpa perhitungan, namun
juga tidak pelit, kikir dalam berbagi. Mereka adalah teladan dalam mengelola
rezeki sesuai syariat, demi kemaslahatan diri dan umat.
Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Furqan (25): 67.
وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا.
"Dan orang-orang yang apabila
membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan
adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian."
Keterangan:
Ayat ini membentuk pola pikir ekonomi Ibadurrahman:
hidup sederhana, efisien, dan dermawan. Pemuda PERSIS melatih kadernya untuk
mengelola sumber daya -baik dana organisasi maupun pribadi- dengan bijak,
menjauhi israf (pemborosan) dan bakhil (kekikiran), sehingga harta menjadi
berkah dan bermanfaat bagi dakwah.
KEENAM:
Kejelekan Diganti Kebaikan (Transformasi Diri yang Berkesinambungan).
Salah satu keajaiban madrasah Pemuda PERSIS adalah
kemampuannya mendorong transformasi diri. Ketika ada kesalahan atau kejelekan,
kita diajarkan untuk segera bertaubat dan menggantinya dengan kebaikan, karena
Allah Maha Penerima Taubat. Ini adalah proses perbaikan diri yang tak pernah
berhenti.
Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Furqan (25): 70.
إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا.
"Kecuali orang yang bertaubat,
beriman dan mengerjakan amal shalih; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan
kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Keterangan:
Ayat ini memberikan harapan besar bagi setiap jiwa yang ingin
berubah. Di Pemuda PERSIS, kita diajarkan untuk tidak berputus asa dari rahmat
Allah. Setiap kekhilafan adalah kesempatan untuk bertaubat dan melakukan
perbaikan, sehingga setiap kejelekan bisa menjadi jembatan menuju kebaikan yang
lebih besar.
KETUJUH:
Tidak Menghadiri Acara Maksiat (Penjagaan Diri dan Lingkungan).
Sebagai Ibadurrahman, kita diajarkan untuk menjaga
diri dan lingkungan dari segala bentuk kemaksiatan. Madrasah Pemuda PERSIS
menanamkan keberanian untuk menjauhi dan tidak menghadiri acara maksiat, bahkan
mengajak orang lain untuk tidak terlibat di dalamnya.
Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Furqan (25): 72.
وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا.
"Dan orang-orang yang tidak
menyaksikan (perbuatan) dusta, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang)
yang mengerjakan perbuatan yang tidak berfaedah, mereka berlalu dengan menjaga
kehormatan dirinya."
Keterangan:
Ayat ini memerintahkan untuk menjauhi "az-zūr"
(perkataan atau perbuatan batil/maksiat). Ini bukan hanya tidak melakukannya,
tetapi juga tidak menjadi saksi atau menghadirinya. Di Pemuda PERSIS, kita
dididik untuk memiliki ghirah (semangat) dalam menjaga kesucian diri dan
lingkungan, tegas menolak segala bentuk kemungkaran.
KEDELAPAN:
Tidak Buta dan Tidak Tuli terhadap Peringatan Allah (Kepekaan Hati).
Madrasah ini mengajarkan kita untuk memiliki kepekaan hati
yang tinggi terhadap setiap peringatan Allah. Kita tidak akan menjadi seperti
orang yang buta dan tuli, abai terhadap ayat-ayat kauniyah (fenomena alam)
maupun ayat-ayat qauliyah (Al-Qur'an). Kita didorong untuk selalu merenung,
mengambil pelajaran, dan menyikapi peringatan dengan respon positif.
Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Furqan (25): 73.
وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا.
"Dan orang-orang yang apabila
diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya
sebagai orang-orang yang tuli dan buta."
Keterangan:
Ibadurrahman
adalah mereka yang peka terhadap petunjuk Allah. Mereka mendengar dan melihat
dengan mata hati, mengambil pelajaran, dan segera beramal. Di Pemuda PERSIS,
setiap kajian, setiap nasihat, setiap musibah yang terjadi di sekitar kita,
menjadi peringatan yang harus disikapi dengan kesadaran penuh, bukan dengan
sikap acuh tak acuh.
KESEMBILAN:
Meminta Anugerah Istri dan Anak Sebagai Penyejuk Mata (Membangun Keluarga
Idaman).
Madrasah Pemuda PERSIS tidak hanya fokus pada diri pribadi
dan organisasi, tetapi juga mempersiapkan kadernya untuk membangun keluarga
idaman. Kita diajarkan untuk berdoa dan berikhtiar agar dianugerahi pasangan
dan keturunan yang menjadi penyejuk mata, yaitu mereka yang shalih dan
shalihah, membawa kebahagiaan dunia dan akhirat.
Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Furqan (25): 74.
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.
"Dan orang-orang yang berkata: 'Ya
Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai
penyejuk mata (qurrata a'yun), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang
yang bertakwa.'"
Keterangan:
Doa ini menunjukkan visi Ibadurrahman yang holistik,
tidak hanya mementingkan diri sendiri, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Di
Pemuda PERSIS, kita dididik untuk mempersiapkan diri menjadi kepala keluarga yang
bertakwa, mampu menciptakan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, yang akan
menjadi tiang peradaban.
Dengan segala dimensi pembelajaran ini, Pemuda PERSIS
sesungguhnya adalah madrasah paling komprehensif untuk menempa karakter Ibadurrahman.
Ini adalah arena di mana kita tidak hanya belajar teori, tetapi mengamalkannya.
Di sinilah kita disiapkan untuk melanjutkan estafet perjuangan, mewujudkan
karakter-karakter mulia dalam diri, dan pada akhirnya, menjadi pribadi yang
dicintai Allah, bermanfaat bagi umat, serta meraih kebahagiaan abadi.
Jadi, tunggu apa lagi? Mari jadikan keaktifan kita di Pemuda
PERSIS sebagai madrasah terbaik, tempat kita menempa jiwa, mengukir kontribusi,
dan menggenggam dunia serta akhirat!
PEMUDA PERSIS: MADRASAH KEHIDUPAN YANG
MENEMPA KADER MELALUI STRUKTUR DAN KULTUR.
Pernahkah terbayang, di tengah hiruk pikuk kehidupan, ada
sebuah "sekolah" yang tak hanya mengajarkan teori, tapi langsung
menempa kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih tangguh, dan lebih
bermanfaat? Itulah gambaran Organisasi Pemuda PERSIS, bukan sekadar kumpulan
anak muda, melainkan sebuah madrasah tempat kita belajar dan menempa diri
secara holistik. Keunikan madrasah Pemuda PERSIS terletak pada dua pilar
utamanya dalam mencetak kader: jalur struktural dan jalur kultural (guru &
murid). Inilah rahasia di balik kaderisasi yang kuat dan berkelanjutan.
Jalur Struktural: Melatih Kepemimpinan
dan Tanggung Jawab.
Dalam ranah struktural, Pemuda PERSIS adalah organisasi yang
tersusun rapi dengan jenjang kepengurusan dari pusat hingga daerah, bahkan
sampai tingkat jamaah. Di sinilah kita mendapatkan "kelas" nyata
untuk belajar berorganisasi.
v
Pembelajaran
melalui Amanah: Menjadi pengurus di berbagai tingkatan,
dari ketua hingga tasykil (pengurus), adalah amanah yang melatih kepemimpinan,
manajemen waktu, perencanaan strategis, dan pengambilan keputusan. Kita belajar
menyusun program, mengelola sumber daya, dan menggerakkan anggota untuk
mencapai tujuan bersama.
v
Disiplin dan
Tanggung Jawab: Setiap posisi struktural menuntut
kedisiplinan dan tanggung jawab yang tinggi. Rapat rutin, laporan kegiatan, dan
evaluasi menjadi bagian tak terpisahkan dari proses belajar. Ini membentuk
karakter yang gigih dan berintegritas.
v
Jaringan dan
Kolaborasi: Terlibat dalam struktur juga membuka kesempatan untuk
berinteraksi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik internal jam'iyyah
maupun eksternal. Kemampuan komunikasi dan negosiasi kita akan terasah dalam
proses ini.
Jalur struktural ini adalah "kurikulum praktikum"
yang membentuk kita menjadi pemimpin yang cakap dan bertanggung jawab, siap
berkontribusi dalam skala yang lebih luas.
Jalur Kultural (Guru & Murid):
Meneguhkan Ilmu dan Akhlak.
Selain struktur formal, Pemuda PERSIS juga sangat kuat pada
jalur kultural, yaitu hubungan guru dan murid yang mendarah daging. Ini adalah
tulang punggung kaderisasi yang tak kalah penting, seringkali terjadi secara
informal namun sangat mendalam.
v
Transfer Ilmu dan
Hikmah: Para senior, mubaligh, atau tokoh yang lebih dahulu
berkiprah di PERSIS berperan sebagai guru. Mereka tidak hanya menyampaikan ilmu
agama secara teori, tetapi juga berbagi pengalaman, hikmah hidup, dan teladan
akhlak. Hubungan ini sering terjalin dalam diskusi, pengajian rutin, mentorship
personal, atau bahkan sekadar obrolan santai yang penuh makna.
v
Penanaman Karakter
dan Ideologi: Melalui interaksi kultural ini,
nilai-nilai dasar PERSIS seperti tajdid (pembaruan), ittiba' kepada
Rasul (mengikuti jejak Nabi), ijtihad (usaha sungguh-sungguh mencari
kebenaran hukum Islam), dan semangat dakwah yang berbasis dalil,
diinternalisasi secara kuat. Ini bukan sekadar hafalan, tapi pemahaman yang
dihayati.
v
Pembentukan Akhlak
dan Adab: Hubungan guru-murid ini juga menjadi wadah penting untuk
pembentukan akhlak dan adab. Kita belajar bagaimana bersikap, berbicara, dan
berinteraksi sesuai tuntunan Islam dan nilai-nilai luhur jam'iyyah.
v
Motivasi dan
Inspirasi: Kehadiran para guru dan senior menjadi sumber motivasi dan
inspirasi bagi para pemuda untuk terus belajar, berjuang, dan berkhidmah kepada
umat. Mereka adalah contoh nyata bagaimana ilmu dan amal bisa berpadu dalam kehidupan.
Kaderisasi di Pemuda PERSIS menjadi kuat karena sinergi
antara jalur struktural dan kultural. Jalur struktural memberikan wadah formal
untuk melatih kemampuan organisasi, sementara jalur kultural mengisi ruh dan
kedalaman ilmu serta akhlak. Keduanya saling melengkapi: struktur memberikan
kerangka, sementara kultur memberikan isi dan jiwa.
Inilah mengapa bergabung dengan Pemuda PERSIS bukan hanya
sekadar bergabung dengan organisasi, melainkan masuk ke dalam sebuah madrasah
kehidupan yang komprehensif. Di sana, kita tidak hanya menjadi anggota, tapi
ditempa menjadi kader-kader unggul yang siap memimpin, berilmu, berakhlak
mulia, dan berdedikasi tinggi untuk kemajuan Islam dan umat.
KESIMPULAN:
Pertanyaan mendasar tentang "Mengapa harus bergabung
dengan Pemuda PERSIS?" atau "Apa yang kita dapat dari sekolah di
Pemuda PERSIS?" menuntun kita pada sebuah pemahaman yang lebih dalam:
bahwa Pemuda PERSIS adalah madrasah kehidupan yang menempuh jalan kaderisasi
melalui perpaduan unik antara jalur struktural dan kultural. Ini adalah
panggung penempaan jiwa, di mana setiap individu diasah untuk mewujudkan
karakter-karakter mulia Ibadurrahman sebagaimana terukir dalam Al-Qur'an
dan Sunnah.
Pemuda PERSIS tidak sekadar menawarkan kegiatan organisasi;
ia menawarkan sebuah transformasi. Setiap aktivitas, interaksi, dan
pembelajaran adalah kesempatan untuk:
1. Mewarisi Estafet Kebaikan: Bagi mereka yang
memiliki ikatan keluarga atau alumni, ini adalah panggilan untuk meneruskan
nilai, semangat juang, dan kontribusi nyata yang telah diukir para pendahulu.
2. Menguatkan Fondasi Ilmu dan Amal:
Dengan fokus pada tafaqquh fiddin dan pengembangan berbagai
keterampilan, Pemuda PERSIS membekali kadernya menjadi mukmin yang kuat,
berilmu, dan siap beramal nyata di tengah masyarakat.
3. Membangun Jaringan Ukhuwah yang Kokoh:
Melalui semangat persatuan dan kebersamaan, organisasi ini menciptakan
lingkungan pergaulan yang positif, tempat setiap anggota saling menguatkan dan
menjadi pilar bagi satu sama lain.
4. Menjadi Ladang Amal Shalih Berkelanjutan:
Setiap kontribusi dalam dakwah, pendidikan, sosial, dan ekonomi adalah peluang
emas untuk mengumpulkan pundi pahala yang terus mengalir, menjadi bekal abadi
di hari akhir.
5. Terjaga dalam Jamaah yang Lurus:
Dengan komitmen teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah, Pemuda PERSIS menjaga
anggotanya dari penyimpangan, memastikan mereka senantiasa berada di atas jalan
yang lurus dan kokoh bagai bangunan yang tersusun rapi.
Lebih dari itu, esensi utama "sekolah" di Pemuda
PERSIS adalah pembentukan karakter Ibadurrahman, yang tercermin dalam
sembilan sifat luhur: dari tawadhu' dan kelembutan dalam berinteraksi,
konsistensi shalat malam sebagai sumber kekuatan ruhiyah, kesadaran akan neraka
yang mendorong pada ketaatan, keseimbangan dalam harta, kesediaan untuk
bertaubat dan bertransformasi, ketegasan menjauhi maksiat, kepekaan terhadap
peringatan Allah, hingga cita-cita membangun keluarga penyejuk mata. Ini semua
adalah cerminan dari pribadi yang utuh, seimbang antara dimensi spiritual,
sosial, dan individual.
Melalui jalur struktural, Pemuda PERSIS melatih kepemimpinan,
disiplin, dan tanggung jawab organisasi. Sedangkan melalui jalur kultural,
yaitu hubungan guru-murid, nilai-nilai, ilmu, dan akhlak diinternalisasi secara
mendalam. Sinergi antara kedua jalur inilah yang menjadikan kaderisasi Pemuda
PERSIS begitu efektif dalam mencetak individu yang tidak hanya berilmu, tetapi
juga berkarakter, beradab, dan berdedikasi tinggi.
Oleh karena itu, bergabung dengan Pemuda PERSIS bukan sekadar
pilihan, melainkan sebuah panggilan mulia untuk menapaki jalan para Ibadurrahman.
Ini adalah investasi jangka panjang untuk diri, umat, dan bangsa. Mari jadikan
setiap momen di dalamnya sebagai pelajaran berharga di madrasah kehidupan ini,
menempa jiwa, mengukir kontribusi, dan menggenggam kebahagiaan dunia serta
akhirat.
PENGUATAN SUNNAH NABI ﷺ
TENTANG KEWAJIBAN BERJAMAAH DAN AMAL
BERKESINAMBUNGAN
Keutamaan hidup berjamaah dan terikat dalam jam’iyyah bukan
sekadar kesepakatan sosial atau kebutuhan organisatoris, tetapi memiliki
landasan kuat dalam Sunnah Rasulullah ﷺ. Islam tidak
mendidik umatnya menjadi pribadi yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan
menjadi bagian dari jamaah yang terikat oleh iman, manhaj, dan ketaatan.
1. Perintah Tegas untuk Berjamaah dan
Larangan Berpisah
Rasulullah ﷺ bersabda:
عَلَيْكُمْ
بِالْجَمَاعَةِ، وَإِيَّاكُمْ وَالْفُرْقَةَ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ
الْوَاحِدِ، وَهُوَ مِنَ الِاثْنَيْنِ أَبْعَدُ.
“Wajib atas kalian untuk bersama jamaah, dan jauhilah
perpecahan. Karena sesungguhnya setan itu bersama orang yang sendirian, dan ia
lebih jauh dari dua orang (yang berjamaah).”
(HR. at-Tirmidzi no. 2165)
Imam al-Mubarakfuri menjelaskan dalam Tuhfatul Ahwadzi
bahwa perintah “عليكم
بالجماعة” menunjukkan kewajiban iltizam
(komitmen) terhadap jamaah kaum muslimin dalam urusan agama dan dakwah.
Sedangkan larangan perpecahan bukan hanya dalam akidah, tetapi juga dalam
barisan dan sistem perjuangan.
Dalam konteks Pemuda PERSIS, hadis ini menjadi landasan bahwa
berjamaah secara terorganisir adalah bentuk penjagaan diri dari godaan setan
dan penyimpangan jalan dakwah.
2. Jamaah sebagai Benteng Keselamatan
Rasulullah ﷺ bersabda:
يَدُ
اللَّهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ.
“Tangan (pertolongan) Allah bersama
jamaah.” (HR. at-Tirmidzi no. 2166)
Dalam an-Nihayah fi Gharib al-Hadits, Ibnu al-Atsir
menjelaskan bahwa makna “tangan Allah” adalah penjagaan, pertolongan, dan
taufik-Nya. Jamaah yang dimaksud adalah jamaah yang berjalan di atas
kebenaran, bukan sekadar berkumpul tanpa manhaj.
Pemuda PERSIS, dengan komitmennya kepada Al-Qur’an dan Sunnah
berdasarkan pemahaman salaf dan ijtihad yang bertanggung jawab, merupakan
ikhtiar nyata untuk berada dalam jamaah yang mendapat penjagaan Allah.
3. Nilai Amal yang Terus Mengalir dalam
Jam’iyyah
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ
الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ.
“Amalan yang paling dicintai Allah
adalah yang paling terus-menerus, meskipun sedikit.” (HR.
al-Bukhari no. 6464 dan Muslim no. 783)
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa amal yang kontinu
menunjukkan keikhlasan dan istiqamah, dua pilar utama diterimanya amal.
Amal jama’i dalam organisasi dakwah memiliki potensi besar untuk menjadi amal
yang terus hidup meski pelakunya berganti generasi.
Aktif di Pemuda PERSIS berarti menanam amal yang tidak
berhenti pada individu, tetapi terus berjalan sebagai amal shalih
berjamaah.
HIKMAH-HIKMAH PRAKTIS
DARI SEKOLAH KEHIDUPAN PEMUDA PERSIS
Dari seluruh uraian di atas, dapat ditarik beberapa hikmah
penting yang menjadi pelajaran berharga bagi setiap kader dan calon kader
Pemuda PERSIS:
1. Pemuda PERSIS mendidik ketaatan tanpa mematikan daya kritis,
karena ketaatan dibangun di atas dalil dan kesadaran, bukan kultus individu.
2. Berjamaah melatih keikhlasan,
sebab tidak semua usaha dakwah berbuah pujian, namun semua dicatat sebagai
amal.
3. Struktur organisasi melatih disiplin dan amanah,
sedangkan kultur guru–murid menanamkan adab dan kebijaksanaan.
4. Perbedaan pendapat diajarkan untuk dikelola, bukan
dipertentangkan, sehingga ukhuwah tetap terjaga tanpa
mengorbankan prinsip.
5. Pemuda PERSIS menjadi ruang aman untuk bertumbuh,
belajar dari kesalahan, dan terus memperbaiki diri tanpa dicela.
6. Aktivitas organisasi adalah sarana tarbiyah,
bukan tujuan akhir; yang utama adalah terbentuknya pribadi Ibadurrahman.
7. Dakwah berjamaah memperpanjang umur amal,
karena kontribusi kecil pun menjadi bagian dari bangunan besar perjuangan
Islam.
8. Sekolah Pemuda PERSIS membentuk kader yang siap memimpin dan
siap dipimpin, dua sifat yang hanya lahir dari jiwa
yang matang.
Penutup Penguat
Dengan demikian, “sekolah di Pemuda PERSIS” bukanlah istilah
kiasan belaka, melainkan realitas tarbiyah yang berlandaskan Al-Qur’an dan
Sunnah. Ia adalah madrasah kehidupan yang menanam iman, melatih amal,
menumbuhkan adab, dan mengarahkan kader agar tetap berada dalam barisan jamaah
yang lurus.
Semoga Allah ﷻ menjadikan
keaktifan kita di Pemuda PERSIS sebagai amal shalih yang diterima, dijaga dari
penyimpangan, dan diberkahi keberlanjutannya hingga akhir hayat. Wallāhu
A‘lam biṣ-Ṣawāb.
Faqih Aulia, NPA. 14.3887 (Pemuda PERSIS Batununggal
Kota Bandung)
Hanafi Anshory, NPA. 09.2040 (Pemuda PERSIS Pangalengan
Kab. Bandung)

Posting Komentar
Terima kasih telah berkomentar, kritik dan saran yang membangun sangatlah diharapkan